Bunga yang tetap cantik walaupun tumbuh di berbagai tanaman yang biasa saja. terkadang banyak yang tidak menyadari kalau bunga itu cantik.
bunga wijaya kusuma
bunga sansiviera
bunga kaktus
bunga eceng gondok
bunga jambu biji
bunga jambu air
bunga cocor bebek
bunga jahe
sumber:
http://gambargambarbunga.com/gambar-bunga-wijaya-kusuma-ungu-sedang-mekar.html
http://husnulkhatimahtlb.blogspot.com/2013/05/bunga-wijaya-kusuma.html
http://www.thedauphins.net/rgv_native_trees_shrubs.html
http://www.trekearth.com/gallery/Asia/Malaysia/West/Kedah/Yan/photo46740.htm
http://nutfah.blogspot.com/2011/03/bunga-jambu-bol.html
http://sekarkampoeng.blogspot.com/2013/01/keindahan-bunga-dan-khasiat-jambu-bol.html
http://pixabay.com/id/obor-jahe-bunga-eksotik-merah-177012/
http://id.wikipedia.org/wiki/Honje_hutan
http://www.berkah-taman.com/2013/06/pohon-cocor-bebek-hias-cocor-bebek-hias.html
http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Kalanchoe_pinnata_(Flower).jpg
http://randiolakiting.blogspot.com/
http://agatagaluh.blogspot.com/2011/06/bunga-eceng-gondok.html
Selasa, 25 Maret 2014
Senin, 24 Maret 2014
winter in tokyo
Winter in Tokyo
Ilana Tan
Prolog
IA menyesap minumannya pelan dan memandang ke luar jendela. Salju mulai turun
lagi. Ia berdiri di sana beberapa saat, memandangi butiran salju yang melayang-layang
di luar.
Ada yang hilang.
Keningnya berkerut samar. Tentu saja ada yang hilang. Ia tahu benar ada sesuatu
yang hilang. Hanya saja ia tidak tahu apa yang hilang itu. Dan apakah sesuatu yang
hilang itu penting atau tidak.
Ia menarik napas dalam-dalam. Yah... mungkin bukan sesuatu yang penting.
Ia berputar membelakangi jendela dan memandang ke sekeliling ruangan. Aula
besar itu mulai ramai. Orang-orang terlihat gembira, saling tersenyum, tertawa, dan
mengobrol. Seorang kenalannya tersenyum dan melambai ke arahnya. Ia balas
tersenyum dan mengangkat gelas.
Tepat pada saat itulah ia melihat orang itu.
Orang itu baru memasuki ruangan. Matanya tidak berkedip mengamati orang itu
menyalami beberapa orang sambil tersenyum lebar. Aneh... Ia menyadari dirinya tidak
bisa mengalihkan pandangan.
Ia melihat orang itu mengambil segelas minuman dari meja bulat bertaplak putih
sambil bercakap-cakap dengan seseorang yang berdiri di sampingnya. Kemudian orang
itu mengangkat wajah dan memandang ke seberang ruangan. Tepat ke arahnya.
Mata mereka bertemu dan waktu serasa berhenti.
Aneh sekali. Otaknya tidak mengenal orang itu. Ia yakin ia tidak mengenal orang
itu. Tetapi kenapa sepertinya hatinya berkata sebaliknya?
Kenapa hatinya seakan berkata padanya bahwa ia merindukan orang itu?
Langganan:
Komentar (Atom)












